Cerpen Hiburan
Cerpen
Cerita pendek (cerpen) merupakan sebuah bentuk
karya sastra berupa prosa naratif yang bersifat fiktif. Isinya tidak lebih dari 10.000 kata. Cerita pendek atau sering
disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita
pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya
fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel.
Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik
sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas
dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang.
Untuk itu, disini saya akan membagikan contoh dari
cerpen yang saya buat sendiri.
Temen apa Demen
Pada
suatu hari ada dua orang siswa di kelas VII sedang bercengkrama, mereka adalah
9K ketakwaan dan keindahan. Yang laki-laki bernama Andika dan yang perempuan bernama Siska. Couple ini memang
sering bersama pada saat kapan pun. Bahkan saat ada guru pun mereka sering
bersama. Tetapi sayang, teman si cewek yang bernama Tina hanya menjadi obat nyamuk
saat Andika dan Siska P.D.K.T. Dan teman-teman yang lainnya adalah
nyamuk-nyamuk yang mengganggu. Sungguh kasihannya mereka.
Setelah mereka naik ke kelas delapan, mereka
pun semakin dekat dan semakin lengket, bagaikan manisan karet yang melekat di
rambut. Lebih-lebih lagi ada yang mengatakan mereka sudah berpacaran. Bahkan
ada suatu hari yang sangat menegangkan, yaitu pada hari Kamis, tanpa sengaja
Siska terjatuh di depan Andika dan dengan cepat Andika memeluk Siska agar tidak
terjatuh. Mereka pun saling tatap-tatapan dengan mesra yang membuat orang yang
melihat mereka menjadi gigit jari.
Setiap mereka bertemu juga saling melempar
senyuman. Yang lebih herannya lagi warna
pulpen yang mereka gunakan pada saat menulis pun selalu sama. Memang
kejadian yang aneh. Apakah mereka memang bersekongkol atau tidak? (jawab
sendiri ya). Apakah kekompakan seperti ini akan membawa mereka ke sebuah tali
pernikahan atau hanya skenario untuk mengangkat kepopuleran mereka di kelas?
(pikir sendiri atau diskusikan di dalam kelompok). Yang lebih baiknya kita
tunggu saja kisah mereka selanjutnya.
Di Balik Sebuah Rumah
Suatu hari yang bisa dibilang cukup cerah, terlihatlah seonggok orang yang bernama Andika
sedang mengintip Siska dari balik pintu gerbang besi yang memiliki celah. Dia
mengintip dari jarak 30 cm di belakang Siska. Dia pun berkata "Wahh besar
banget yaa,, kayak bola pingpong " ketika melihat buah manggis. Mendengar
suara itu Siska langsung berbalik dan menampar Andika (plakkk) "Kena loe,
dasar nyamuk sialan". Andika pun langsung terjatuh dengan wajah menyentuh
tanah lebih dahulu dan sepatunya terlempar ke muka Siska (teplakkk).
Tak berselang lama, temen si Siska
yaitu Tania datang. Melihat kejadian itu, wajah Tania pun berubah menjadi lebih
mengkerut dan masam "Loe berdua ngapain tidur disini, mau coba jadi anjing
penjaga ya" tanya Tania. "Somplak loe, gue ni jatuh, bukannya tidur.
Ni liat aja muka gue jadi tambah hancur gara-gara temen loe" jawab Andika.
"Ya mangap ngapa, gue kira loe tu orang gila." sangkal Siska.
"Yaudah, tapi loe harus bawa gue ke dokter, gue mau operasi plastik biar
muka gue ganteng lagi.." kata Andika. Siska menjawab dengan muka sok imoet
"Oke, kalo kayak gitu ni gue tampar lagi biar tambah hancur, toh juga loe
bakalan operasi kan.". Mendengar perkataan Siska, Andika langsung sembah sujud
ke Siska dan meminta ampun. "Udah-udah, ga perlu sok akting kayak gitu,
udah basi tau, kayak muka loe basiii..." Untuk menghentikan pertandingan itu,
Tania pun mengajak mereka masuk ke rumah Siska.
Setelah berselang lama, Andika
memiliki ide menantang Siska dan Tania untuk uji nyali di sebuah rumah yang
telah lama tak ditempati. Sesampainya di sana, hawa udara berubah menjadi
dingin dengan aura mencekam. "Woy Somplak, loe ngerasa hawanya berubah
gak? Di luar panasnya minta ampun, lho kalo disini malah dingin aneh, kayak
gimanaaa gitoeee..." kata Andika. Siska juga berkata "Bener bingits
kata loe Ka, baju gue yang tadinya kayak bara api sekarang dah berubah jadi
batu es, ni pegang aja kalo loe mau..". "Parnoan banget loe berdua,
biasa aja kalee, disini tuh dingin because ga ada jendela yang kebuka+rumahnya
tuh udah ditumbuhin tumbuhan keless..." jawab Tania dengan gaya
ke'inggris-inggris'an. Andika dan Siska pun menjawab " mulut loe tuh yang
angker, baunya udah kayak tong sampah yang gak kecuci.."
Tiba-tiba terdengar sekilas suara
dari arah ruang makan "toktoktoktokk.." (kira-kira seperti itu). Tanpa sengaja Tania menginjak sebuah benda
hingga mengeluarkan suara "cuittt" yang membuat gempar keadaan.
Diikuti lanjutan suara lainnya "krekk.krek..krekk..". Karena
ketakutan, Siska tanpa sengaja memeluk Andika dan di saat yang sama Andika
memeluk kembali Siska dengan berpura-pura merasa takut. Melihat hal seperti itu
Tania pun menjadi mual kemudian muntah di samping kedua orang itu (uweeekkkk).
Andika dan Siska menjadi saling dorong hingga Andika jatuh dan langsung
backroll. Kepalanya pun menjadi memar dan membengkak sebesar telur burung
puyuh.
Tak berselang lama, ada suara
seperti orang berjalan yang mendekati mereka bertiga, sedikit demi sedikit
suara itu terdengar lebih mendekat. Mereka pun terdiam tanpa ada sedikit
gerakan walaupun dalam hati mereka ingin berteriak "Mamiii aku
takuutttt". Suara itu seperti sudah berada jelas di depan merekaa, dan
tiba-tiba "Gedubragg,, meonggg, citcitcitt..." dilanjutkan suara
"Hihikkss". Tania dan Siska menjadi lebih takut dan rasa-rasanya mereka
ingin ke kamar mandi. "Santai aja ngapa, tu suara hp gua kalii, dasar
parnoan... hahahaaa" kata Andika dengan santainya. Karena marah, Tania dan
Siska menjambak rambut Andika hingga kurang lebih 30 menit. Tak sengaja, mereka
melihat pintu di rumah itu terbuka dengan sendirinya, seperti ada orang yang
membuka. Jendela dan pintu-pintu kamar yang lainnya pun membuka dengan cepat
hingga terdengar suara yang keras "Dubragg..." yang membuat Tania
yang latah menjadi lompat-lompatan dan jongkok
sambil berkata "Mami aku nyerahhhh, mana sihh kameranya, ni aku
udah ngelambai'in tangan, huhuhuuu". Melihat hal itu, Andika dan Siska
terdiam dan berkata "Dasar anak mami".
Tiba-tiba terdengar suara seperti
orang berteriak dari arah kamar tidur, dan diikuti suara orang tertawa dari
arah yang sama. Dengan rasa takut dan penasaran, ketiga orang itu mencoba
melihat ke kamar tidur. Andika yang memiliki indra keenam melihat sesosok
wanita yang sedang menangis di kamar tersebut, dan ketika Andika ingin bertanya
ke wanita tersebut, wanita itu tiba-tiba menghilang. "Lho wanita tadi
dimana?" tanya Andika kepada Siska dan Tania. "Wanita mana, kami
tidak melihat seseorang disini" kata keduanya dengan gemetar. Tanpa
sengaja, terlihat seekor kucing hitam yang meloncat di samping mereka dan
dengan refleks mereka pun berlari hingga mereka berbenturan.
Karena rasa yang penasaran akan
rumah itu, mereka kembali menyelidiki rumah itu. Mereka pun berhenti di sebuah
wc yang airnya terus menetes. Entah mengapa mereka terus saja menatap tetesan
air keran ke bak tersebut, dan kejadian aneh pun terjadi, air yang menetes
tersebut lama kelamaan berubah menjadi tetesan darah. Dengan menghitung mundur
dari "3,,,2,,,1,,,.." mereka langsung berteriak
"ka..kaa.kaa.kaabbuurrrrrrr.." hingga mereka sampai di sebuah kamar
yang tertutup dengan rapi. Andika pun mengetuk pintu tersebut dan terdengar
balasan ketukan pintu dan ada juga suara "Masuklahh".
Mereka masuk dengan saling
berpegangan. Di dalam ruangan tersebut, terlihatlah sesosok bayangan wanita
yang sedang menangis. Di sana juga terdapat sesosok bayangan laki-laki berbadan
kekar yang membawa kapak sedang mendekati bayangan wanita itu dengan perlahan.
"Woy cuy, loe kira ni orang mau ngapain ya, kok bawa-bawa kapak sih?"
tanya Tania kepada Andika. Andika pun menjawab "Udah loe diam aja, liatin
aja ni bayangan" Tiba-tiba "Tidaakkkk" terdengar suara teriakan
setelah laki-laki tersebut menghempaskan kapaknya ke wanita tersebut. Melihat
kejadian tersebut, Siska seperti merasakan sesuatu yang sedang memegang tangannya.
"Woy Ka, kok gue merasa kayak ada yang megang tangan gue ya?" kata
Siska. "Tangan yang mana, kanan apa kiri?" tanya Andika.
"Keduanya Ka" jawabnya. "Aduh cuy gue koq jadi kebelet denger
perkataan loe ya, udah ga tahan ni" kata Tania si cewek Gesrek.
Tiba-tiba Siska berjalan ke ruang
bawah tanah dan berteriak-teriak kepada Andika dan Tania "Tolongg, tolong
gueee......" mendengar hal itu, dengan refleks mereka berdua memegang
tangan Siska. Tapi semua itu ternyata sia-sia, mereka malah tertarik dan akhirnya
ikut ke ruang bawah tanah. Ternyata, di dalam ruangan tersebut terdapat
berbagai jenis kain kafan dan tempat mayat. Melihat semua itu, Siska dan Tania
menjadi gemetar seperti orang memakai alat pengecil perut dan bulu kuduk mereka
menjadi berdiri. "Woy gue mau pulang, gue udah nyerah." kata Tania.
"Sama gue juga pengen pulang, pengen nyari selimut buat sembunyi."
jawab Siska. Andika berkata sesuatu kepada mereka "Woy cobak diem dulu,
gue denger kayak ada orang jalan kemari. Gue juga denger suara minta tolong
nih". Tiba-tiba "Tolongg.." terdengar
suara perempuan minta tolong di samping mereka.
Andika pun mencoba berkomunikasi
dengan perempuan itu, sedangkan Siska dan Tania berdiri dengan gemetar. Andika
kemudian pergi ke sebuah lubang yang terdapat di ruangan itu. Ketika ia mencoba
untuk melihat ke dalam lubang, ternyata banyak gangguan yang menghampirinya
seperti adanya sesosok manusia bertubuh besar ingin mendorong tubuh Andika
untuk menjauhi tempat tersebut. Tetapi karena tekatnya yang kuat, ia berhasil
mengalahkan semua gangguan yang ada. "Woy loe ngapain ke lubang ni, ni
rumah kan angker banget. Jadi kita pulang aja yuk?" kata Siska.
"Bener banget tuh. Gue juga udah ga tahan sama gangguan yang ada ni. Gue
juga udah ngerasain kayak ada anak kecil yang nangis ni." lanjut Tania.
Tanpa berkata apapun, Andika masih tetap melihat ke dalam lubang. Seketika perempuan
yang hanya dapat dilihat Andika itu berkata sesuatu kepadanya "tolong
kuburkan mayatku dengan baik." mendengar suara itu, Andika langsung
memberi tahu Siska dan Tania untuk membantunya melihat ke dalam lubang. Tanpa
mereka sangka, di dalam lubang itu terdapat sesosok perempuan yang sudah
meninggal dengan banyak luka di tubuhnya ditaruh begitu saja. Melihat hal itu,
mereka akhirnya pergi mencari Bapak RT untuk memberi tahu apa yang disuruh oleh
perempuan itu.
Akhirnya Pak RT memanggil para
warganya untuk membantu mengambil mayat wanita tersebut untuk kemudian
dimakamkan dengan segala upacara. Pak RT juga berterima kasih kepada Andika,
Siska, dan Tania yang telah membantu beliau untuk memecahkan rahasia
ke'angkeran tempat itu. "Woy gue bangga ma loe yang bisa mecahin masalah
ini." kata Siska pada Andika. "Semua ni ga bakalan berhasil jika
tanpa bantuan kalian. Makasih ya guys" kata Andika. "Sama-sama broh,
kita kan sahabat" kata Siska dan Tania dengan kompaknya.
The End
Hati-hati saat baca ni ya guys. Inget liat ke
segala arah terutama samping kalian, siapa tau aja,,.Hhihihiiiii ^o^
Sekian contoh cerpen yang dapat saya bagikan, cerpen yang saya buat tersebut hanya untuk hiburan di waktu senggang.
Dan terima kasih karena telah membaca cerpen saya.
๐๐๐๐
BalasHapusBaperr bangettt sama ceritanyaa๐๐๐
BalasHapusBagus banget ceritanya๐๐
BalasHapusKeren kak๐
BalasHapusMantapp๐๐
BalasHapusMantapp
BalasHapusKeren banget๐๐
BalasHapusbermanfaat, terima kasih !
BalasHapusKk buat cerita koreah donk
BalasHapusGak janji lho
Hapus๐๐๐
BalasHapusKeren cerita'a kak๐๐
BalasHapusKeren cerita'a kak๐๐
BalasHapusBermanfaat :)
BalasHapusMakasi
Mantap ceritanya
BalasHapusSangat terhibur :p
BalasHapus๐๐๐
BalasHapusBagus kak
BalasHapusPanjang amat sin TT
BalasHapusHai semuanya, ikuti blog saya yah. Saya belum terlalu paham menggunakan blog~ kita bisa berbagi pengalaman๐
BalasHapus